Rabu, 31 Oktober 2018

Pemanfaatan E-Commerce Dalam Dunia Bisnis


Pengertian E-Commerce
           
E-Commerce atau disebut juga perdagangan elektronik merupakan aktivitas yang berkaitan dengan pembeliaan, penjualan, pemasaran barang ataupun jasa dengan memanfaatkan sistem elektronik seperti internet ataupun jaringan komputer. E-Commerce juga melibatkan aktivitas yang berhubungan dengan proses transaksi elektronik seperti transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistim pengolahan data inventori yang dilakukan dengan sistim komputer atau jaringan komputer dan lain sebagainya.
            Dalam teknologi informasi E-Commerce dapat dikategorikan sebagai bagian dari E-Business dimana E-Business memiliki cakupan yang lebih luas baik dari segi aktivitas ataupun jenis-jenis kegiatan yang dilakukannya.
Jenis-Jenis E-Commerce
1.      E-Commerce Business To Business (B2B)
Bisnis yang dilakukan oleh orang atau pihak yang saling memiliki kepentingan bisnis di dalamnya dimana kedua pihak biasanya sudah saling mengenal dan saling mengetahui proses bisnis yang mereka lakukan satu sama lain.
2.      E-Commerce Business To Consumen (B2C)
Jesnis bisnis yang dilakukan antara pelaku bisnis dengan konsumen, seperti antara produsen yang menjual dan menawarkan produknya ke konsumen umum secara online.
3.      E-Commerce Consumen To Consumen (C2C)
Jenis bisnis yang dilakukan antara konsumen dengan konsumen, sebagai contoh pelanggan dari sebuah produsen akan menjual kembali kepada konsumen lainnya.
4.      E-Commerce Consumen To Business (C2B)
Jesnis bisnis yang dilakukan oleh konsumen kepada para produsen yang menjual produk ataupun jasanya, sebagai contoh konsumen akan memberitahukan detail produk atau jasa yang dia inginkan melalui media internet kepada para produsen, yang kemudian produsen yang mengetahui permintaan tersebut akan menawarkan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen tersebut.
Manfaat E-Commerce
1.      Mempermudah komunikasi antara konsumen dan produsen
2.      Memperluas jangkauan calon konsumen dengan target pasar yang tidak terbatas
3.      Mempermudah pemasaran dan promosi barang atau jasa
4.      Proses E-Commerce lebih mudah untuk dilakukan baik untuk menjual barang ataupun membeli
5.      Pembayaran atau payment yang mudah yang dapat dilakukan secara online
6.      Penyebaran informasi yang begitu mudah untuk dilakukan.
Proses E-Commerce Dalam Dunia Bisnis
1.      Pengendalian akses dan keamanan
Situs e-commerce harus memberikan rasa percaya dan akses yang aman untuk berbagai pihak dalam transaksi e-commerce, misalkan dengan adanya kata kunci (password), kunci enskipsi, sertifikasi, atau tanda tangan digital. Kemudian ada otorisasi akses yang hanya ke bagian tertentu saja sehingga hanya para pelanggan yang terdaftar saja yang dapat mengakses informasi dan aplikasi yang ada. Pengendalian akses dan keamanan ini perlu dilakukan untuk melindungi sumber daya situs e-commerce dari berbagai ancaman seperti peretas (hacker), pencurian password atau nomor kartu kredit, atau menghindari kegagalan sistem. 
2.      Membuat profil dan personalisasi
Proses pembuatan profil dan personilasasi menggunakan alat pembuat profil seperti pendaftaran, file cookie, software penelusur perilaku dalam situs web dan respon pemakai. Profil ini digunakan untuk mengenali kita sebagai pemakai individual, memberikan tampilan personalisasi, saran atas produk dan iklan web. Tujuan proses pembuatan profile ini untuk tujuan manajemen rekening, pembayaran, mengumpulkan data mengenai manajemen hubungan pelanggan, perencanaan pemasaran, dan untuk manajemen situs web itu sendiri.
3.      Manajemen pencarian 
Software e-commerce harus meliputi komponen mesin pencari situs web untuk dapat membantu para pelanggannya dalam menemukan produk dan jasa tertentu yang mereka inginkan untuk dievaluasi atau dibeli. 
4.      Manajemen isi dan katalog  
Isi e-commerce sebagian besar berbentuk katalog multimedia yang memuat informasi produk sehingga membuat dan mengelola catalog merupakan rangkaian utama dari manajemen isi. Software manajemen isi tersebut bekerja dengan alat pembuat profile yang sudah disebutkan sebelumnya. Software manajemen isi akan membantu perusahaan e-commerce untuk mengembangkan, menghasilkan, mengirimkan, memperbaharui, dan menyimpan data teks serta informasi multimedia di situs web e-commerce. Selanjutnya manajemen isi dan katalog dapat diperluas untuk memasukkan proses konfigurasi produk yang akan mendukung layanan mandiri berbasis web dan penyesuaian massal atas berbagai produk perusahaan.
5.      Manajemen arus kerja
Sistem arus kerja e-business digunakan untuk membantu para karyawan secara elektronik bekerja sama untuk menyelesaikan tugas pekerjaan dengan menggunakan mesin software arus kerja (workflow software engine). Sistem ini memastikan bahwa transaksi, keputusan, dan aktivitas kerja yang tepat dilakukan, serta data dan dokumen yang benar telah dikirimkan ke para karyawan, pelanggan, pemasok, dan pihak stakeholder.
6.      Pemberitahuan kegiatan
Proses pemberitahuan kegiatan (event notification) memainkan peranan penting dalam sistem e-commerce karena sistem ini digunakan untuk memonitor semua proses e-commerce dan mencatat semua kegiatan yang relevan, termasuk perubahan mendadak atau ketika dalam masalah. Sistem ini akan memberitahukan kepada para pelanggan, pemasok, dan pegawai serta stakeholder mengenai semua kegiatan transaksi yang berkaitan dengan status mereka dengan melalui pesan elektronik seperti e-mail, newsgroup, penyeranta (pager), atau fax.
7.      Kerjasama dan perdagangan
Tujuan utama e-commerce adalah untuk mendukung kesepakatan kerjasama dan layanan perdagangan yang dibutuhkan oleh para pelanggan, pemasok, dan stakeholder lainnya. Seperti halnya dalam e-business, sistem e-commerce juga fokus menumbuhkan komunitas berkepentingan online untuk meningkatkan layanan pelanggan dan membangun loyalitasnya.
8.      Proses pembayaran elektronik
Pembayaran sebagai proses nyata dan penting dalam transaksi e-commerce. Sekarang ini sebagian besar sistem e-commerce yang terlibat dalam web dan bisnis B2C menggunakan proses pembayarannya dengan kartu kredit. 

Faktor Keberhasilan E-Commerce Dalam Dunia Bisnis
1.      Selection and Value
Faktor Pilihan dan nilai meliputi pilihan produk yang menarik, harga yang bersaing, jaminan kepuasan, dan dukungan pelanggan setelah penjualan.
2.      Performance and Service
Faktor Kinerja dan pelayanan meliputi navigasi, proses belanja, dan pembelian serta konfirmasi pengiriman yang cepat dan mudah.Look and Feel, Faktor Tampilan dan rasa yakni meliputi pajangan web, situs web, area belanja, produk multimedia, halaman katalog dan fitur belanja yang menarik.
3.      Advertising and incentives
Faktor Iklan dan insentif meliputi : web dan promosi e-mail bersasaran serta penawaran khusus, termasuk iklan di berbagai situs afiliasi. 
4.      Personal attention
Faktor perhatian personal meliputi halaman web personal, saran produk yang dipersonalisasi, iklan web dan pemberitahuan e-mail, serta dukungan interaktif untuk semua pelanggan.
5.      Community relationship
Faktor hubungan dengan komunitas meliputi komunitas virtual para pelanggan, pemasok, perwakilan perusahaan, dan lainlainnya melalui newsgroup, ruang bincang, serta berbagai hubungan ke situssitus terkait.
6.      Security and Reliability
Faktor keamanan dan keandalan meliputi keamanan informasi pelanggan dan transaksi di situs web, informasi produk yang dapat dipercaya, serta pemenuhan pesanan yang dapat diandalkan.

Dampak Positif E-Commerce Terhadap Dunia Bisnis
1.      Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional. 
2.      Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar). 
3.      Menurunkan biaya operasional (operating cost). 
4.      Melebarkan jangkauan (global reach). 
5.      Meningkatkan customer loyality. 
6.      Meningkatkan supplier management. 
7.      Memperpendek waktu produksi. 
8.      Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)

Dampak Negatif E-Commerce Terhadap Dunia Bisnis
1.      Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau diatelah mengganti semua data finansial yang ada. 
2.      Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban. 
3.      Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam. 
4.      Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang peretas program (hacker) yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan lalu memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5.      Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut. 
6.      Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem 
7.      Sering terjadinya penipuan saat berbelanja online di internet antara konsumen dan penjual
8.      Terjadinya scam atau penipuan dimana seseorang bisa saja menjual barang secara virtual yang hanya berbentuk informasi saja yang sengaja dibuat untuk menarik pihak pembeli
9.      Terjadi kejahatan seperti carding, dimana seseorang menggunakan kartu kredit orang lain untuk berbelanja di internet


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemanfaatan E-Commerce Dalam Dunia Bisnis

Pengertian E-Commerce             E-Commerce atau disebut juga perdagangan elektronik merupakan aktivitas yang berkaitan dengan pembe...